SIKAP SELEKTIF DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP KEMAJUAN IPTEK DI BIDANG POLITIK

 

Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK di Bidang Politik 


Berikut ini beberapa sikap selektif terhadap IPTEK di bidang politik yang dapat diterapkan untuk menangkal pengaruh negatifnya, sebagaimana dikutip dari Pengaruh Kemajuan IPTEK Terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (2020) yang ditulis Evy Pajriani.


• Mengembangkan demokratisasi dalam segala bidang. 

• Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik. 

• Mengadakan reformasi lembaga-lembaga politik agar menjalankan fungsi dan peranannya secara baik dan benar. 

• Memperkuat kepercayaan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. 

• Menegakkan supremasi hukum. 

• Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik internasional 

• Menggunakan teknologi-informasi untuk mempermudah proses pemilihan umum (Pemilu), pemilihan kepala daerah (Pilkada), dan proses-proses demokrasi lainnya. 

• Melakukan kontrol teknologi-informasi yang bijak sesuai Pancasila pada arus informasi di Indonesia untuk memerangi hoaks, penyebaran doktrin terorisme, hingga radikalisme di Indonesia.


Berikut adalah contoh sikap tanggung jawab dalam pengembangan IPTEK.


1. Selalu memperhatikan etika dalam pengembangan dan penerapan IPTEK 


Etika diperlukan agar pengembangan IPTEK tidak berbenturan dengan nilai-nilai moral yang berlaku dalam masyarakat.

Sehingga, pengembangan IPTEK tetap menghormati hak dan juga martabat manusia, tidak merusak keadilan, dan juga tidak merugikan orang lain.

 

2. Memperhatikan nilai guna 


Dilansir dari Phys.org, teknologi kerap memiliki penggunaan ganda yang dapat bermanfat atau membahayakan. Misalnya, penelitian tentang virus yang dapat berguna untuk kesehatan masyarakat. 


3. Meminimalisasi dampak negatif 


Dilansir dari Lumen Learning, manusia harus menimbang risiko terhadap manfaatnya untuk meminimalisasi dampak negatif. Artinya, pengembangan IPTEK tidak boleh hanya berorientasikan pada manfaat yang dihasilkan. Melainkan juga pada risiko dampak negatif yang dihasilkan.


4. Memperhatikan pelestarian lingkungan 

Pengembangan IPTEK berpotensi besar merusak lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan krisisnya lingkungan hidup sejak manusia mengembangkan peradaban modern. Sehingga, pengembangan IPTEK harus dibarengi dengan pelestarian lingkungan untuk mencegah berbagai dampak buruk yang membahayakan kehidupan di bumi.


5. Melakukan penelitian secara menyeluruh, kompeten, dan jujur 

Dilansir dari Social Sci LibreTexts, peneliti harus bertindak secara bertanggung jawab dengan melakukan penelitian secara menyeluruh dan kompeten, memenuhi kewajiban, tepercaya, dan juga jujur. Pengembangan IPTEK juga tidak boleh bertentangan dengan nilai budaya dan agama karena di negara Indonesia harus mengikuti nilai-nilai yang terkadung di Pancasila.

6. Menggunakan IPTEK secara bijak 
Hal ini membuat orang tak akan meninggalkan kewajiban ataupun merugikan orang lain dan diri sendiri.

Comments